Aku Lepas dan Merdeka dari Virus 'Tak Bisa'
Hanya bisa kulihat tapi ada hal lain yang harus segera diselesaikan, bahkan teriakan-teriakan kecil mereka kuabaikan.
Aku terus berkutat dari satu hal ke hal yang lain. Hal yang tak berkesudahan. Amanah-amanah ini menyita fokus, pikiran dan tenaga. Ketidaktahuan dan pemahaman yang minim ini menyiksa.
Kembali kulirik tapi tak dapat kudekati, ada banyak amanah yg mengejarku, mereka seperti hantu.
Alhamdulillah, kali ini dapat kusentuh tapi lagi lagi hanya sekedar memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain, karena aku harus membersihkan debu.
Lantas alarm lain berbunyi, panggilan-panggilan bernada tak sabar menggema, sungguh aku tak mau menjadikan mereka alasan untuk tidak bisa menyentuhmu, takut. Aku sadar telah salah, tak dapat mempersiapkan waktu untukmu, dan tak bisa berkorban waktu untukmu.
Mungkin inilah cara-Nya marah padaku, hingga tak dapat kuluangkan waktu untukmu.
Berapa hari yang lalu, kata-kata bijak seorang pandai berwajah teduh bak beribu anak panah telah pun menumpahkan air mataku. Aku tertampar amat keras. Sakit, tapi suka. Ternyata hatiku masih ada, masih bisa merasa, bisa luka sekaligus bahagia. Meski demikian aku tahu, hati ini begitu kotor, jadi aku berniat akan segera membersihkannya.
Pekan ini kutantang diri harus mampu menyiapkan waktu khusus untukmu.
Hari pertama berlalu, hari kedua berlalu, hari ketiga berlalu, dan ini semakin seru. Aku babak belur dikeroyok, semoga saja semangat ini tak rontok.
Aku masih mengikhtiarkanmu, karena janji-Nya jelas, jika kuluangkan waktu untukmu maka Ia akan membantuku.
bertambah lagi satu hari. Janji-Nya kian nyata, ternyata aku bisa.
Waktu khusus untukmu kusediakan, semoga kau tak marah walau hanya sebentar, tapi telah kukhususkan, mengawali hari bersamamu adalah keharusan, berharap reda kecewa-Nya padaku, kemudian tanpa malu-malu berharap Ia mau menolong dan membimbing langkahku.
Ternyata aku bisa dan merdeka dari kata "tak bisa".
#OprecODOP9#KomunitasODOP#OneDayOnePost#MerdekadiTengahPandemi
Saat ada keyakinan dan kita bersandar pada dzat yang memiliki segalanya kita bisa ya, Kak.
BalasHapusSelalu ada jalan bagi kebaikan...
BalasHapusYeiiiyy Masya Allah, alhamdulillah ya kak, akhirnya bisa juga!
BalasHapusAlhamdulillah, aku juga bisaaaa
BalasHapusalhamdulillah... semangat !!!
BalasHapusSemamat Kaak... 4 pekan lagi, hehe
BalasHapus