BALANG...
Sudah 15 menit dari sejak laptop kuhidupkan nyawanya dengan sambungan tali berwarna hitam yang terhubung pada kotak persegi empat yang pada sisi seberangnya juga terdapat sambungan menuju colokan listrik
Aku ditemani bungkus-bungkus berisi mie kriting yang kriuk dan gurih, tak heran jika rasanya membuat lidahku ketagihan untuk terus bergoyang walau tanpa music pengiringinya. Cukup dengan melihat daftar komposisinya, aku langsung tahu dari mana rasa gurihnya itu, Flavour Enhancer Monosodium Glutamat atau biasa disebutkan dengan panggilan bekennya MSG. Di kampungku sering kudengar para emak menyuruh anaknya untuk ke warung, membeli sembari menyebutnya dengan PICEN. Ketahuilah, bahwa picen ini jauh lebih terkenal dibandingkan nama aslinya. kebanting sekali, bukan?
“Tak apa sesekali pesta MSG, asal jangan keseringan, bisa nyungsep IQ-mu,” begitu kata mamakku dulu.
hemm..., Camilan ini benar-benar mampu mengalihkan konsentrasi dari layar laptop yg menyilaukan mata, apalagi posisinya di ruang yang redup.
'heh… jika ayah tahu aku memandang laptop dalam ruang redup begini, pasti akan panjang nyanyian ilmiahnya tentang kesehatan mata," gumamku.
Bingung apa yang harus kutuliskan, biasanya ada saja ide yang melintas di kepala saat melakukan pekerjaan rumah, kadang sambil mencuci baju ketika melihat pakaian berputar-putar di dalam mesin cuci saja aku bisa mengarang cerita tentang tersiksanya mereka di dalam sana, di mana helaian baju-baju itu tak bisa mengelak untuk masuk ke dalamnya ketika mereka telah kotor atau minimal telah memiliki aroma yang telah berubah dari saat sebelum dipakai sang tuan.
Tolong…tolong…tolong aku….itu yang kubayangkan jika mereka bisa bicara ketika berputar bolak-balik, membuat mereka tersangkut dan terlilit satu sama lain, apalagi jika airnya kurang, ini menyebabkan benang jahitnya putus atau kainnya robek.
Mengingat hal itu, tiba-tiba ada rasa ngeri yang hadir, ya…, benar…, pakaian-pakaian di dalam mesin cuci itu ibarat manusia yang telah melakukan banyak hal buruk yang menyebabkan mereka kotor. Untuk kembali bersih, semua hal-hal kotor itu harus dihilangkan dengan cara-Nya. Bahkan mungkin ada noda yang tersisa meski sudah melalui banyak tahapan pembersihan. Jika hal itu adalah kesalahan dan dosa besar yang dilakukan manusia, maka noda membandel yang membekas adalah penyesalan panjangnya atau mungkin akibat-akibat yang didapatnya. Bukankah untuk kembali ke lemari, pakaian-pakaian itu harus bersih dan wangi? Begitu pun manusia, untuk dapat kembali ke syurga ia harus mempertanggungjawabkan apa yg sudah diperbuatnya di dunia.
Wa mayya’mal mitsqola zarratin syarrayyaroh.
Pilihannya lagi, apakah manusia itu mau menjadi kelompok yang kembali ke surga memutar jalan ke neraka terlebih dahulu atau langsung ke jalan yang sudah ditentukan oleh-Nya.
Lamunanku mendadak hilang ketika mendengar suara salam yang lembut, suara itu diiringi bunyi berisik dari pintu garasi besi, kontra sekali. Aku hafal suara itu.
“Ayah sudah pulang,” pikirku. Dengan cekatan kuhidupkan saklar lampu di dinding, nyala cahayanya mencetak jelas wajah kesal ayah. Aku pun bersiap mendengar nyanyiannya yang sudah kuhafal. 😬
#1

Sama,Kak. Aku juga tetep ngeyel melakukan hal itu. Mantengin laptop/layar hp di ruang yang redup atau gelap. Padahal, udah tau risikonya wkwksk
BalasHapusNakal ya kita🤭
Hapusjangan kebanyakan micin hihihi... padahal micin itu enak #eh
BalasHapusKakak nackal, hahaha..
BalasHapusBtw, tulisannya nyentil juga, Kak.
Nasihat emak ke anak2 bgt tuh:
BalasHapus"Jangan jajan ciki2 gitu. Ada kandungan yg bikin bodoh."
Haha, aku juga blg gt ke anak2 🤭