Do'a
Dihutan ada
rumah...
Di diami
pelanduk...
Datang seekor
kelinci...
Mengetuk pintu...
Pelanduk...pelanduk...
tolonglah...
Saya akan
ditangkap...
Kelinci...
kelinci... masuklah ...
Silahkan duduk...
Duduk...!!!
serempak suara anak-anak ini menutup lagu yang dinyanyikan ustadzah kelas
mereka.syair lagu ini menarik mereka untuk segera berkumpul melingkar bersama
ustadzah dan teman-temannya kembali dengan rapi.
“Ayo duduk yang
rapi...”komando salah seorang ustadzah yang akrab dipanggil Ustadzah Miau.
“siapa yang
sudah pengen makan nih?” tanya nya yang disambut jawaban serempak dari
anak-anak didiknya yang besemangat, karna jam menunjukkan pukul 10.30 sekarang.
“saya tazah,
saya tazah, saya, saya juga, tazah saya mau mamam” aneka jawaban mereka.
“kalau begitu
ayo kita berdoa dulu...” komandonya
Bila Aku berdo’a,
kuangkat tangan ku...
Dengan suara
lembut...
Tidak berteriak...
Berdo’a sungguh-sungguh
agar dikabulkan...
Segala permohonan,
hamba yang beriman...
Berdo’a
mulai...
“saat berdoa,
tangannya diangkat, kepalanya ditundukkan....” arahannya kepada anak-anak
didiknya yang sangat antusias dengan kode itu.
“Allahumma
barik lana........” alunan suara do’a itu menggema didalam ruangan kelas.
Setelah selesai
berdoa ustadzah miau kembali mengingatkan adab saat makan kepada mereka.
“teman-teman...
ingat yaa saat makan nanti kita boleh berdiri dan berjalan-jalan tidak?”
tanyanya. “Tidak tazah, kita harus duduk” jawab mereka serempak.
“makan dan
minum nya dengan tangan apa ya...?” kejarnya lagi
“tangan kanan
tazah...”sambung mereka lagi
“betul, kalau
makanannya panas boleh tidak ditiup...? tanyanya lagi.
“dikipas
tazaaah” sambut mereka.
“pintar... “
sambutnya. Terdengar pintu kelas dibuka, muncul wajah ustadzah Sella yang
memberi kode kepada Ustadzah Miau bahwa makanan sudah siap.
“oke sholeh
dan sholeha ayo...kita berbaris” serunya lagi.
Ustadzah miau
kembali mengarahkan anak-anaknya keluar kelas menuju hole, disanalah anak-anak
dari semua kelas dan ustadzah-ustadzah TK itu berkumpul untuk menikmati makan
siang mereka.
***
Masih ada
setengah jam lagi menuju waktu pulang , ustadzah miau dan Ustadzah Sella mengajak
anak-anak didiknya untuk kembali mengulang hafalan doa yang akan mereka baca
nanti selama berkegiatan dirumah. Mulai dari do’a keluar rumah, do’a naik
kendaraan, do’a masuk rumah, do’a melepas dan do’a mengenakan pakaian, do’a
sebelum dan do’a sesudah makan, penutup nya adalah do’a tidur.
Semua do’a-do’a
itu telah lancar dibaca oleh anak-anak didik mereka, ada bahagia yang menghiasi
wajah mereka yang lelah. Tapi hanya ada satu anak yang setiap kali tiba giliran
baca do’a tidur, ia tidak pernah ikut serta membacanya. Ustadzah miau dan
Ustadzah Sella selalu memperhatikan gadis kecil itu. Salah seorang dari mereka
berdua tak pernah bosan mengajaknya untuk ikut serta membacanya.
“Saya
Mawadatul Aula... ayo nak dibaca do’a mau tidurnya” ajak ustadzah Sella pada
gadis kecil itu.
Yang diajak
hanya menggeleng. Selalu seperti itu. Jika dibantu dengan talaqi secara privat,
Aula nama panggilan kesayangan dari orangtua nya, tetap tidak mau mengikutinya.
Kali ini
ustadzah miau mencoba menanyakan kembali kepada Aula.
“kenapa kakak
Aula tidak mau membaca do’a tidur bersama teman-teman” tanyanya lembut. Yang ditanya
hanya menggeleng.
“coba cerita
ke ustadzah, kakak Aula kalau doa dan hafalan surah yang lain lancar loh dan
hafal semua dengan cepat, kenapa do’a boboknya kakak tak mau baca. Do’anya
pendek kok sayang”. Tanya Ustadzah Miau lagi.
“do’anya lain tadzah”.
Jawab Aula dengan pelan. Sedikit terkejut mendengar jawaban singkat Aula. Karna
biasanya dia tak pernah mau berkomentar jika ditanya alasan tak mau membaca do’a
tidur.
“kakak
biasanya baca do’a boboknya seperti apa? Boleh ya ustadzah dengar?” tanya nya
lagi. Sambil menganggukkan kepala dan mengangkat kedua tangan Aula mulai berdo’a.
“Bismika
Allahumma Ahya wa Bismika Amut, Asyhadu Alla ilahailallah wa asyhadu anna
Muhammad Rasulullah” dengan suara yang lembut dan pelan Aula membacakan do’a
tidur versinya.
Sedikit terkejut
Ustadzah Miau dan Ustadzah Sella dibuatnya, tapi mereka segera tersenyum lalu
Ustadzah Sella bertanya kepadanya.
“do’anya sama
kok kak, Cuma ada tambahan syahadat saja dibelakang do’a boboknya”
“bunda selalu
bacakan do’a bobok yang lengkap ke kakak. Kalau nanti kita tak bangun lagi
ustadzah... kita masuk kelompok husnul... husnul... husnul apa ya tazah, kakak
lupa”. Jelasnya sambil berusaha mengingat penjelasan bundanya tentang do’a
lengkap yang dimaksudkan nya.
“Husnul
khotimah kakak”. Sambung Ustadzah Miau yang terharu sambil memeluk Aula.
“Ayo
teman-teman kita baca do’a boboknya lagi yuk, tapi do’anya kita lengkapi dengan
syahadat yaa” ajak Ustdzah Sella kepada anak-anak didiknya.
“Bismika
Allahumma Ahya wa Bismika Amut, Asyhadu Alla ilahailallah wa asyhadu anna
Muhammad Rasulullah...”
“Allahumma solli ala Muhammad” Ustadzah Miau dan Aula menutup doa itu dengan Shalawat dan senyum nya yang menggemaskan.


Masya Allah, aku pikir beneran beda. Tapi memang ya kalau mau tidur sebaiknya baca lengkap gini plus surat pendek juga :")
BalasHapusIya ya kak, 3 Qul juga.
Hapusmasya Allah. pembiasaan sejak dini baik untuk masa depan anak-anak
BalasHapusIya kak, belajar juga dr akhir hayat beberapa kerabat, teman, tetangga yang pulang dalam keadaan tidur. Semoga Husnul khotimah. Aamiin
HapusKebayang Amma Rika lagi ngajar anak-anak selembut itu..
BalasHapus🙃
HapusMasyaAllah pesan ceritanya kak:)
BalasHapus🤗
BalasHapusWah, jadi kangen ngajar di kelas dehh 🤩
BalasHapus