Berpikirlah... Sebelum Bicara
Sejatinya tidak ada sekolah BUANGAN, dan setelahnya akan ada pertanyaan dari kata BUANGAN itu sendiri, siapa yg terbuang disini. sekolah kah atau kah anak didiknya yang BUANGAN..?.
Jika jawabannya sekolah... maka seberapa jauh kita mengetahui perjuangan para pendirinya dalam mewujudkan sekolah dari urusan perizinannya yang panjang dan penuh bumbu-bumbu, sampai kehadiran fisik bangunannya yang pastinya tak mudah jika itu swadaya yayasan atau lembaga, atau usaha dari para kader dakwah yang patungan dan bahu membahu menjadikan fisik banguan sekolah agar layak di katakan sekolah, dan juga pastinya kegigihan perjuangan para asatidz/guru awwalun-nya untuk menghadirkan nama sekolah itu di tengah masyarakat
Kemudian, jika jawabannya sang anak itu sendiri, maka punya hak apa kita untuk men-judge dengan kata BUANGAN. bukankah manusia punya kecerdasan berbeda-beda, punya keunikan dan kelebihan yang berbeda-beda yang semuanya itu berasal dari kebaikan Allah pada setiap kita, makhluk ciptaan Nya. Lalu... punya hak apa kita menilai pemberian Allah pada makhluk ciptaan Nya.
Jadi... sepantas apa sih kita hingga layak menilai baik-buruk ciptaan Allah...
Kata BUANGAN disini bisa masuk ke katagori BULLY. yang bersifat melecehkan, meremehkan, merendahkan dan pastinya menghina dan tak menghargai semua perjuangan diatas.
Mari jaga LISAN... perbanyak dukungan dan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang mengembangkan Dakwah dalam Pendidikan
"Jadikan Diri Kita Bagian dari Pembangun Peradaban Bukan Penonton Peradaban"
Apalagi jadi Perusak Peradaban dalam Dakwah Pendidikan.

Komentar
Posting Komentar