Terjebak (bag. 3)
“Hanya
sembilan tahun saja ternyata kesempatanku, Allah menitipkan amanah-Nya kepadaku
hanya sembilan tahun saja. Dan Allah Maha Baik, Ka. Lewat anakku itu, aku
dibersihkan-Nya dari dosa Riba,”
Kata-kata kak
Na tiba-tiba kembali terngiang di telingaku. Aku sedang duduk santai di kios
sambil membaca buku yang baru saja di antar oleh kurir ekspedisi langganan ku.
HARTA HARAM,
judul besarnya membuat hati mengkerut saat membacanya di status wa seorang
teman. Buku ini langsung kupesan padanya sepekan yang lalu, ada bab menarik
yang membuat ku teringat perkataan kak Na beberapa hari yang lalu tentang dosa
riba.
1. Defenisi
Riba
Riba di dalam
bahasa arab berarti “bertambah” maka segala sesuatu yang bertambah dinamakan
riba.
Menurut
istilah riba berarti menambahkan beban
kepada pihak yang berhutang (dikenal dengan riba dayn) atau menambahkan takaran
saat melakukan tukar menukar enam komoditi
(emas, perak, gandum, syar'i, kurma dan garam) dengan jenis yang sama
atau tukar menukar emas dan perak dan makanan dengan makanan dengan cara tidak
tunai (di kenal dengan riba ba'i).
2. Hukum riba
Tidak seorang
muslim pun yang menyangkal haramnya hukum riba. Teks Al Qur’an begitu jelas
menyatakan bahwa Allah telah mengharamkan riba. Allah berfirman “ Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba".. (Qs. Al Baqarah 275)
Kemudian Allah
juga memerintahkan orang-orang beriman untuk menghentikan praktik riba. Allah
berfirman. “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkanlah sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu orang-orang yang
beriman”. (Qs. Al Baqaarah 278)
Dan Allah
mengancam akan memerangi orang-orang yang tidak menuruti perintahnya untuk
meninggalkan riba. Allah berfirman. “maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan
sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu” (Qs. Al
Baqarah : 279).
Ketika Imam Malik
di tanya oleh seseorang yang mengatakan, “Istri saya tertalak jika ada yang
masuk ke dalam rongga anak adam lebih buruk dari pada khamar”. Ia berkata “Pulanglah,
aku cari dulu jawaban pertanyaanmu! Keesokan harinya orang tersebut datang dan Imam
Malik mengatakan hal serupa. Setelah beberapa hari orang itu datang kembali dan
imam malik berkata ”Istrimu tertalak. Aku telah mencari dalam seluruh ayat Al Qur’an
dan hadis Nabi SAW, tidak aku temukan yang paling buruk yang masuk kerongga
anak Adam selain riba, karena Allah SWT memberikan sanksi pelakunya dengan
berperang melawannya.
Dan Allah
berjanji akan memasukkan pelaku riba ke dalam neraka kekal selamanya. Allah SWT
berfirman, "Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus
berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dulu
(sebelum datang larangan)dan urusannya terserah kepada Allah. Orang yang
kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah : 275)
Didalam
hadis, Nabi SAW juga memerintahkan agar
seorang muslim juga menjauhi riba karena riba termasuk salah satu dari tujuh
dosa besar. Nabi SAW bersabda. “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan! para
sahabat berkata, ”Wahai Rasulullah apakah itu? Beliau bersabda “Syirik kepada
Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT tanpa haq, memakan harta
riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh wanita
beriman yang lalai berzina”. (Muttafaq 'alaih). ,
Diriwayatkan
dari Baraa' Bin 'Azib Ra bahwa Nabi SAW bersabda. “Dosa riba terdiri dari 72
pintu. Dosa riba yang paling ringan adalah bagaikan seorang laki-laki yang menzinai ibu kandungnya” (HR. Tabrani.
Hadis ini dinyatakan shahih oleh Al Albani)
Diriwayatkan
dari Anas bin Malik Ra bahwa Nabi SAW bersabda,
“sesungguhnya
1 dirham yang didapatkan oleh seorang laki-laki dari hasil riba lebih besar
dosanya disisi Allah daripada berzina 36 kali” HR. Ibnu Abi Dunya. Al Albani
menyatakan derajat hadis ini shahih Li Ghairihi).
Begitu
besarnya dosa riba, pantas Rasulullah melaknat pelakunya sebagaimana
diriwayatkan oleh Jabir Ra “Rasulullah SAW mengutuk orang yang makan harta
riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi transaksi
riba. Mereka semuanya sama (berdosa)”. (HR. Muslim)
Membaca penggalan
penjelasan tentang riba pada bab itu jelas membuatku merinding bukan main, peringatannya,
ancamannya, dosanya, janji Allah atasnya begitu jelas dan menyeramkan.
Pantas saja
bang Ohan resign dari pekerjaannya sebelum ini.
Bersambung...
Riba seseram itu ya kak? : ")
BalasHapusIya mba Zakia. 😞
Hapusnah, ketemu juga sambungannya,,
BalasHapuscerbung yang bermanfaat , Kak.. banyak ilmunya,,